SALAM KANGEN UNTUK AYAH
Kisah ini tentang seorang anak bernama Adit.Anak
kecil berumur sembilan tahun dan duduk dibangku kelas tiga SD. Sejak umur satu
tahun, adit sudah menjadi anak yatim.Dia ditinggal Ibunya meninggal dunia
karena kecelakaan sewaktu perjalanan berangkat kerja.Setelah sang ibu kembali
ke rahmatullah, seketika itu pula sang ayah juga pergi meninggalkan rumah demi
mencari pendamping hidup dan menikah lagi dengan perempuan lain. Sekarang Ia
tinggal bersama nenek dan kakeknya.
Sejak kecil sepeninggal ibunya, adit memang dirawat
oleh nenek dan kakeknya.Dalam kehidupannya adit sangat prihatin.Adit seperti
tidak mendapat kasih sayang dan perhatian sejak ditinggal ibu dan ayahnya.Nenek
dan kakeknya sibuk bekerja sebagai petani jadi tidak begitu mengurus adit.Anak
kecil itu dibiarkan tumbuh dengan hidup sebebasnya.Dia tumbuh menjadi pribadi
yang sedikit brutal dan nakal tanpa pengawasan.Sebenarnya sifat kebrutalan dan
kenakalannya itu hanya untuk mencari perhatian orang saja namun masyarakat
sekitar seringkali menganggap adit sebagai anak nakal yang kadang mereka tidak
suka atas kehadirannya.Didalam lubuk hatinya aditsangat merindukan sosok
seorang ayah yang bisa membimbingnya menjadi pribadi yang baik dan santun.Tapi
kenyataan tidak sesuai dengan harapannya, takdir Allah membuatnya harus menjadi
seorang anak yang selalu merindukan kasih sayang orangtua.
***
Seperti biasa, setiap pulang sekolah adit merasa
kesepian.Nenek dan kakeknya tidak ada dirumah karena selalu sibuk di sawah dan
pulangnya sore.Terkadang semua kehidupannya membuat dirinya semakin bosan.Dia
melampiaskan kekesalannya dengan segala tingkah lakunya yang nakal di
lingkungan masyarakat maka dari itu membuat orang-orang terkadang benci dengannya.Bahkan
ada masyarakat yang tega mengusir adit dari rumah mereka saat adit bermain
disana.Tetapi terkadang masyarakat sekitar juga merasa iba dan kasihan
dengannya. Seandainya dia anak yang baik pasti semua masyarakat akan
menyayanginya. Namun terkadang kenakalannya membuat masyarakat jengkel dan
kesal terhadapnya.
Adit
hanya butuh perhatian bukan cacian.Dia butuh kasih sayang yang tulus dari orang
sekitar. Walau anak kecil itu brutal dan nakal tapi dia tidak pernah lupa untuk
sholat lima waktu dan setiap hari mengaji di mushola dekat rumah.
***
Suatu hari, anak kecil itu bermain sepeda bersama
temannya. Namun malang tak dapat ditolak, adit mengalami kecelakaan. Dia jatuh
dan wajahnya terluka parah sehingga harus dibawa ke rumah sakit.Lebih parahnya lagi,
ada masyarakat yang malah tidak peduli dan mengumpat anak kecil itu karena
keugal-ugalannya naik sepeda.Tapi banyak juga yang merasa kasihan
terhadapnya.Disaat naas yang dialami adit, nenek dan kakeknya sedang menunggu
budhenya yang sedang koma dirumah sakit.Pada waktu itu lah, adit merasa
merindukan ayahnya.Anak kecil itu mulai mengharapkan sosok ayah kandungnya
dalam hidupnya.Airmatanya terus mengalir membasahi pipinya.Adit menangis
pilu.Dia menjerit kesakitan.Dia merasa terombang ambing dalam kehidupan.
Ketika
neneknya mengetahui adit luka parah karena jatuh dari sepeda.Neneknya menangis
histeris.Adit menjerit kesakitan sambil menanyakan sosok ayah yang dirindukan.
“Bapak…, Bapak, Bapak
!nenek mana bapak, aku kangen. Kangen sama bapak…” teriak adit sembari menangis sesegukan.
Dia berusaha menanyakan segala informasi tentang
ayahnya kepada nenek dan kakeknya. Dia sangat ingin bertemu dengan sang ayah.
Namun yang didapatnya nihil.Nenek dan kakeknya tidak ingin adit tahu bahwa sebenarnya
ayah adit seorang pemabuk berat dan suka bermain judi sehingga seumur hidupnya
hampir tidak mengurusi dan peduli dengan keadaan adit.Adit terus bergeming
meminta dipertemukan dengan ayahnya. Dimata sang nenek dan kakeknya adit hanya
anak kecil yang tidak tahu menahu tentang peristiwa yang terjadi. Dimata mereka
ayahnya adit adalah orang yang tidak bisa bertanggungjawab atas anaknya dan
selalu ingin hidup dengan hedonisme.Maka dari itu, nenek dan kakeknya sangat
membenci ayahnya adit.
Nenek
dan kakeknya adit berharap suatu kelak nanti adit tidak menjadi anak yang
meniru sikap ayahnya.Adit bisa menjadi orang yang berguna bagi keluarga dan
mempunyai komitmen terhadap dirinya sekaligus jadi orang yang bertanggung jawab
terhadap keluarganya kelak.
***
Setiap habis sholat fardhu, adit tidak lupa kirim
doa kepada ibunya dan berdoa agar dia bisa bertemu dengan ayahnya. Maka dari
itu dia terus berdoa agar Allah menngabulkan permohonannya. Adit juga tidak
pernah berhenti kirim salam kangen untuk ayahnya didalam doanya dan terus
meminta kepada Allah untuk menyapaikannya kepada Ayahnya. Dia berharap hati
ayahnya disana sadar bahwa masih ada adit mengharapkannya.
“Ya Allah,
sampaikan salam kangenku untuk bapak dan pertemukan aku dengannya…” doa adit dengan berlinang airmata.
Adit terus berharap dan memohon kepada Allah yang maha kuasa agar
doanya makbul. Sebenarnya dalam hati
kecilnya, adit iri dengan teman sepermainannya yang mempunyai kedu orangtua
yang sangat menyayangi mereka.Setiap kali teman-temannya diantar sekolah oleh
ayah mereka.Adit merasa ingin seperti mereka yang diantar jemput oleh ayahnya.Tapi
kenyataannya memang tidak seindah yang ia bayangkan, semuanya terasa pilu dan
sembilu.
Adit merana tanpa ada
yang mengerti keinginannnya.Harapannya hanya pada Allah semata.Baginya hanya
Allah yang mengerti keinginannya.Dia hanya bisa pasrah dan ikhlas atas
ketetapan Allah padanya. Dia hanya bisa berharap suatu kelak nanti bisa melihat
sang ayah dan memeluknya. Hanya itu yang adit inginkan saat ini. Anak kecil itutak
henti-hentinya selalu mendamba akan hadirnya seorang ayah dalam hidupnya.
***
Sekian tahun ayah adit tidak pulang dari perantaun.
Tepat hari ini, sang ayah pulang kampung bersama istri barunya. Sebenarnya
kampung halaman sang ayah tidak jauh dari tempat tinggal adit. Kabar tersebut langsung menjadi
omongan para tetangga sehingga adit dan nenek seta kakeknya mendengar kabar
tersebut.Adit merengek kepada nenek dan kekeknya agar dia bisa dipertemukan
dengan ayahnya. Sebenarnya dalam lubuk hati neneknya berharap agar adit tidak bertemu
dengan ayahnya karena sang nenek takut jika ayahnya tidak bisa menerima adit.
Anak kecil itubersama nenek dan kakeknya mencoba mengunjungirumah
ayahnya di desa seberang.Adit berangkat dengan rasa penuh harap dan
gembira.Senyumannya sumringah tanpa ada lagi kesedihan di wajahnya. Namun nenek
dan kakeknya merasa cemas dan was-was. Takut jika ayahnya itu tidak
mengenalinya lagi sebagai anaknya karena mengingat masa lalunya yang begitu kurang
ajar terhadap istri dan mertuanya.Suka judi dan mabuk hingga pulang larut
malam.Nenek dan kakeknya berharap ayahnya adit sudah bertobat.
Akhirnya waktu yang
ditunggu-tunggu adit telah tiba.Adit bersama nenek dan kakeknya tiba tepat
didepan rumah ayahnya.Rumah sederhana dan terbuat dari bambu.Nenek dan kakeknya
adit mencoba mengetuk pintu berulang kali.
“Assalamualaikum…”
ucap nenek itu.
Seorang laki-laki
keluar dari dalam rumah.
“Waalaikumsalam…”
jawabnya.
Laki-laki itu terkejut
dengan kedatangan seorang nenek dan kakek beserta anak kecil didepannya.
Nenek dan kakek itu
tersenyum padanya.
“Itu bapakmu, nak…” tukas nenek
kepada adit.
“Bapak….”teriak
Adit.
Adit langsung berlari
dan memeluk ayahnya dengan penuh kasih sayang.Airmatanya bberlinang.Tangannya
begitu erat memegang ayahnya seperti tidak ingin lepasnya darinya.Hati
laki-laki itu luluh.Seolah Allah telah menaburi cinta dan sayang terhadap anak
kecil itu.
Sekian
No comments:
Post a Comment