Showing posts with label Puisi Perjuangan. Show all posts
Showing posts with label Puisi Perjuangan. Show all posts

Senandung Cinta dan Cita Faricha





Satu kisah perempuan emansipasi terlahir kembali
Perempuan beredukasi tinggi
Menjunjung ilmu dalam negeri
Hidup penuh cinta dan cita-cita dengan intuisi

Inilah senandung cinta dan cita Faricha
Perempuan bersahaja dan apa adanya
Tidak ada yang absourd dalam hidupnya
Semua cita-citanya absolut tanpa rekayasa


Faricha….,
Perempuan bersenandung cinta dan cita-cita
Perempuan dinamis tanpa skeptis dalam ceritanya
Laik untuk membuatnya menjadi primadona
Hidup dengan penuh cinta dan realita

Senandung cinta dan cita Faricha
Berkumandang seantero raya
Semua tertuju padanya
Sukses untukmu selamanya


Dari Sahabatmu, Mem, Imem…

Bojonegoro, 22 September 2014

Raden Ajeng Kartini


Perempuan bersahaja nan tulus
Berjuang melawan penjajah
Pendidikan perempuan diperjelas
Meningkatkan pendidikan perempuan Indonesia yang terjajah

Ibu kita kartini
Namamu harum di negeri ini
Terkenang dalam hati sanubari
Perempuan emansipasi

Tepat tanggal 21 April
Rakyat Indonesia mengenang riwayatmu
Jasa-jasamu telah berhasil
Merubah budaya perempuan Indonesi dalam negerimu

Raden Ajeng Kartini
Perempuan pemberani
Perempuan berhati suci
Menjadikan negara Indonesi menjadi negeri emansipasi


Bojonegoro, 24 Agustus 2014

Karya  : Imam Aris Sugianto


Seandainya Aku Seorang Presiden


Merenung dalam keheningan
Terpaku dalam keadaan
Memikirkan masa depan
Bercita-cita menjadi seorang Presiden masa depan

Seandainya aku seorang Presiden
Rakyat akan diutamakan
Kepentingan bersama akan diprioritaskan
Masalah negara ini akan diselesaikan

Seandainya aku seorang Presiden
Tidak ada korupsi di negeri ini
Kolusi dan nepotisme disingkirkan
Kebijakan akan disesuaikan dengan keinginan rakyat saat ini

Seandainya aku seorang Presiden
Pendidikan benar-benar digratiskan
Anak-anak bangsa dicerdaskan
Rakyat diberdayakan
Jaminan kesehatan Rakyat akan digratiskan dan dioptimalkan

Seandainya aku seorang Presiden
Aku akan dirikan pabrik di setiap kecamatan
Lapangan pekerjaan tercipta seluas-luasnya bagi seluruh lulusan
Mengatasi masalah pengganguran dalam kenegaraan

Seandainya aku seroang Presiden
Anak-anak terlantar dan orang miskin akan sejahtera
Memberikan kelayakan dan kenyamanan bagi rakyatnya dalam kehidupan
Aspirasi Rakyat menjadi topik utama

Seandainya aku seorang Presiden
Kejujuran diri ini akan terjujung tinggi
Menjaga amanah suci kenegaraan
Keadilan akan ditegakan di Indonesia ini

Seandainya aku seorang  Presiden
Indonesia akan berdiri diatas kakinya sendiri
Indonesia maju dalam genggaman
Indonesia tidak akan diekspolitasi

Bojonegoro, 23 Agustus 2014

Karya              :  Imam Aris Sugianto

Merdeka Indonesiaku..!


Tergugah karena rasa
Terlempar karena derita
Penjajah pergi dari negeri kita
Kemerdekaan diraih dengan taruhan  nyawa

Saatnya perangi kebodohan dari Indonesia  ini
Isi kemerdekaan dengan belajar, belajar, belajar bagi para pelajar saat ini
Jangan mau dibodohi orang lain dalam negeri sendiri
Teruskan perjuangan dengan membangun negeri ini

Jadilah satu walau berbeda
Jangan berpecah karena masalah itu
Bersatulah untuk memecahkan masalah yang ada
Merdeka Indonesiaku, mari kita bersatu


Bojonegoro, 16 Agustus 2014

Karya              : Imam Aris Sugianto



Suamiku Diusir Dari Kampung Halamanku


Pulang kampung dari perantauan sambil membawa pasangan
Dua  sejoli yang masih memadu kasih
Saling memberi kebahagiaan satu sama lain
Tinggal serumah dirumah kedua orangtuaku di desa

Pernikahan siri telah menyatukan kami berdua
Merajut asa dalam menggapai impian
Aku bahagia dan tersanjung dalam kehidupan
Merasa sempurna menjadi perempuan
Diriku hamil sekitar enam bulan

Suamiku adalah kebanggaanku
Aku selalu berkoar karena dia adalah seorang abdi negara
Siapa yang berani menggunjing atau meremehkan keluargaku
Aku pasti langsung bilang suamiku agar dia memberi pelajaran pada mereka

Airmataku mulai bercucuran
Kepala desa mulai mempersoalkan status pernikahan kami
Mereka bilang pernikahan kami tidak sah
Pernikahan siri kami dianggap hanya lelucon semata
Kami dituduh kumpul kebo tanpa ikatan

Mereka seakan-akan ingin melunyahkan kehidupan rumah tanggaku
Menginjak-ngijak harga diriku dan suamiku dimata masyarakat desaku
Aku berusaha membela suamiku dengan segala kemampuanku
Suamiku mencoba menjelaskan status pernikahan kami dengan jelas
Tapi mereka tidak mau tahu
Mereka hanya ingin suamiku henyak pergi dari kampung halamanku

Aku hanya bisa pasrah
Hatiku sangat perih dan sakit tiada terkira
Tapi apa daya, aku hanya perempuan biasa
Hukum berkuasa tanpa memandang siapa-siapa

Melalui mataku sendiri
Aku melihat peristiwa itu sangat miris dan krisis
Tangan kami seolah-olah berpisah secara perlahan
Suamiku diusir dari kampung halamanku

Hubungan kami kandas pada waktu itu,
Tiada kabar,
Tiada kunjungan lagi ke desaku
Aku cari dia ke kota
Namun nihil hasilnya



Bojonegoro, 08 Agustus 2014

Karya  : Imam Aris Sugianto

Puisi Corona Virus

JENGGALA BAGI CORONA VIRUS Dunia menjadi jenggala bagi virus corona yang merajalela Sedetikpun, ia tak akan berhenti bergerilya meracun...