Bicara Hati


Suasana pagi sebelum bel masuk kelas sangat riuh disekolah menengah atas terfavorit ini.Kehebohan itu terjadi karena seorang cewek bernama adinda membuat suasana sekolah menjadi gempar dengan dandanan barunya yang membuat cowok-cowok disekolah tersebut terkesima dengan kharisma dan kecantikannya.  Adinda berjalan menuju kelas dengan bergaya seperti supermodel dan semua cowok yang ada di sekitarnya mata mereka tertuju ke Adinda.Tidak heran jika Adinda menjadi cewek idaman bagi semua cowok yang ada diseluruh sekolah alias CIP [Cewek  Idaman Pria] dan menjadi primadona sekolah tersebut.
Adinda sering dipanggil miss cantik titisan ratu panjajaran oleh teman-temannya , karena dia selalu menjaga kecantikannya dan selalu berdandan ala ratu-ratu gitu deh setiap harinya dimana pun ia berada, tak kecuali disekolah.Walaupun guru-guru sudah sering menegurya untuk tidak berdandan terlalu menor disekolah atau memakai make up sewaktu ke sekolah, tapi  memang saja dasar adinda tetap saja adinda.Cewek fashion dan suka bersolek ini tetap saja tidak menghiraukannya dengan teguran maupun peraturan tersebut.Didepan semua orang atau teman-temannya dia harus selalu tampak cantik dan sempurna padahal sebenarnya ia cewek rapuh ketika menghadapi masalah dan dia juga seorang cewek yang ceroboh dan pelupa.
“ Hidup ini penuh dengan realita jadi aku harus sebisa mungkin menjadiorang pertama yang bisa dilihhat orang lain! sehingga orang-orang tahu jika aku ada didunia ini.bukan begitu kawan-kawanku”  Kata Adinda sambil duduk di kursi yang ada dikelas.
 “iya sih .tapi… ,tapi sungguh keterlaluan tau nggak din”  sahut Dea                                                                    
“maksudnya” lanjut adinda dengan bingung dan mata menerka-nerka.
“ Masa sih kamu tolak mentah-mentah cinta nya Arya!Dia sangat amat mencintaimu, din.kamu boleh jadi primadona atau pemain sinetron sekalipun  tapi soal cinta jangan di gituin dong, ini kesempatan buat cewek secantik kamu untuk mendapatkan pangeran ganteng seperti arya “ kata Dea, teman sebangku Adinda yang juga teman sepermainannya.
 “nggak banget deh aku akan terima si Arya itu! Sampaiseribu  kali ia ngomong cinta ke aku atau pun sujud ke aku nggak bakalan aku terima” tukas adinda dengan geram.
“kenapa……?” Tanya dea lagi.
“Sahabatku yang manis! sepertinya nggak perlu aku jawab, bye “ jawab  Adinda dan kemudian sambil lalu dari hadapan temannya tersebut, tepatnya ia keluar dari kelasnya.
 “Dasar aneh………”kata Dea dengan menggeleng-gelengkan  kepalanya sambil menulis catatan.
***
Adinda mungkin tidak akan pernah menerima cinta nya Arya karena selama ini Adinda sudah mempunyai pacar yang di sembunyikan dari teman-temannya ia bernama Neno ,seorang mahasiswa disebuah universitas terkemuka di negeri ini dan Neno mengambil jurusan kedokteran. Neno amat sangat cinta dengan Adinda. Sewaktu mereka candle lite dinner berdua saja terlihat sangat mesra dan semua itu membuat Adinda sangat berkesan dalam hatinya maupun hidupnya.
“Adinda I LOVE YOU ……’kata itulah terucap di mulut Neno.Sedangkan dia hanya menanggapi dengan tersenyum saja.
Neno ,aku nggak akan pernah mengkhianatimu! kalau pun aku bisa mungkin aku nggak akan melakukannya ,karena kamu terlalu cinta sama aku. Gumam hati seorang cewek bernama adinda ini.
tanpa disadari Adinda kemudian mengeluarkan air matanya karena rasa haru yang dirasa.
“kenapa sayang ..” Tanya Neno cemas.
“ Nggak! Aku hanya bahagia saja hari ini ,karena kamu . aku bersyukur pada Tuhan.Karena Dia mempertemukan kita sebagai pasangan yang sejati.” Jawab adinda pasti dan tenang.
Kemudian Neno mengusap air mata Adinda dengan penuh kasih sayang,
Terkadang peristiwa teristimewa dan terindah dalam hidupnya adinda ini terkadang juga terlupakan olehnya karena penyakit pelupanya yang sering kambuh.Dinner kedua saja ia lupa dan nama neno seakan-akan terlupakan sejenak dalam hidupnya ketika sifat pelupanya kambuh.Kata dokter khayalannya sih penyakit pelupa adinda sudah sangat kronis, mungkin ibarat peyakit beneran ini seperti kanker.
***
Tetapi dibalik hubungan dan kebahagian mereka berdua masih ada suatu masalah yang terjadi.Orang tua Neno tidak setuju dengan hubungan mereka berdua .Mereka pacaran saja secara sembunyi-sembunyi atau istilah kerennya backstreet .Orang tua Neno menyuruh Neno untuk bertunangan dengan Avila.Gadis anak pengusaha sukses dipenjuru kota ini.Neno sudah dianggapAdinda sebagai kekasih yang sempurna tapi orang tua Neno lah yang memisahkan mereka berdua.
“ Din! Aku hanya ingin kamu bahagia walaupun kamu sudah putus denganku! andaikan orang tuaku menyetujui hubungan kita aku akan lebih bahagia tapi kenyataanya justru sebaliknya mereka menyuruh kita pisah.” Kata neno tegas dan lirih
“Aku tau semua itu No ,walaupun kamu pisah denganku, aku akan selalu mengingat mu di hatiku karena namamu sudah terukir dalam hatiku No .” kata Adinda dengan sedih sekali. mengatakan itu
“Terima kasih, kalau kamu mau bicara sama aku atau kangen sama aku! kamu tinggal bicara pada bintang dilangit!  Pasti aku merasakannya .” Kemudian Adinda memeluk Neno dan airmatanya mengalir deras dipipinya.
“oh iya aku punya sesuatu buat kamu.” Seloroh Neno tenang.
“Apaan No…” Tanya Adinda dengan penuh penasaran.
Neno pun menunjukan hadiah yang akan diberikan ke Adinda Sebuah merpati yang cantik dalam sangkar    
“ Merpati…..” Seloroh Adinda.
“ iya…,ini buat kamu untuk cinta kita!” Kemudian Neno memberikan merpati dalam sangkar tersebut ke Adinda .
Adinda mengeluarkan merpati tersebut dari dalam sangkarnya dan kemudian ia membelai-belainya dan Neno hanya diam seribu bahasa serta tatapannya tetap terjaga memandangi Adinda.
“ kenapa harus merpati, No.” lanjut Adinda.
“ Karena Merpati tidak akan pernah ingkar janji….Merpati itu suci dan lambang cinta buat kita berdua.Tau kah kamu, merpati adalah hewan yang setia terhadap pasangannya.Dia tidak pernah selikuh.Begitu pula, Keromantisan merpati ketika mereka berduaan dengan merpati lain, semua melambangkan sebuah cinta yang abadi…! Centus Neno jelas.
Kemudian suasana menjadi hening dan kali ini Adinda meneteskan airmatanya lagi sembari menata rambutnya yang ia sering bilang rambut titisan kerajaan pandjajaran itu.
“ Aku harus pergi….” Kata Neno dengan perasaan tidak tega.
Selang beberapa detik kemudian Neno memeluk Adinda dan mencium keningnya dengan perasaan yang bercampur aduk.Dan ini adalah pertemuan terakhirnya dengan Adinda.Mata Neno nanar dan berkaca-kaca, sepertinya ia ingin nangis tapi ia menahannya.Sedangkan Adinda menumpahkan airmatanya seketika itu.Dan tak lama kemudian Neno meninggalkan Adinda sendirian.Tubuh Neno semakin lama semakin lenyap dari hadapan Adinda.
“Nenoooo ..’ sambil teriak
Kini semua akan menjadi kenangan bagi Adinda.Cinta yang menjadi harapannya harus pupus karena tidak direstui.Dia menyadari bahwa dia masih anak bau kencur dan masih duduk dibangku SMA.Dan belum tau apa arti cinta yang sebenarnya.Sedangkan Neno adalah seorang yang dewasa dan sudah bisa mencari uang sembari kuliah.Wajarlah jikalau orangtua Neno tak merestuinya.
***
Tiga hari  yang lalu kau masih bersamaku tapi kini kau sudah tak ada lagi disampingku No…! ya Tuhan kembalikan kisah ku   bersamanya seperti dulu kala.Aku ingin dia ada di sini bersamaku dan aku tidak akan rela apabila dia bersama wanita lain, Bintang dilangit  sampaikan padanya bahwa aku rindu padanya.seloroh Adinda dalam hati.
 Hanya air mata yang bisa dikeluarkan Adinda sekarang untuk mengobati rasa rindu itu dan kini Adinda hanya bisa melihat gambar-gambar Neno di dinding kamar nya .Begitu tragis memang kisah percintaannya .
Arya yang begitu mencitai Adinda tak pernah ditanggapinya karena keangkuhan hati yang membuat Adinda trauma dengan percintaan .
“ Adinda ,kenapa sih tidak mencitaiku.” Tanya Arya
“ kamu mau jawabanya Ar…” ujar Adinda.
“iya ,sekarang “ kata Arya.
kemudian Adinda meneteskan air mata
“karena aku pernah  jatuh cinta! Dan sehingga membuat aku trauma denga percintaan, kalau kamu ingin lebih tau lagi Tanya saja pada bintang-bintang dilangit, puas” Lalu Adinda lari sambil nangis.
 Sedangkan Arya hanya diam ditempat setelah mendengar semua kata dari Adinda .
Setiap kali mau tidur Adinda memandangi foto Neno dengan perasaan sedih .”Sesungguhnya aku masih cinta kamu Nen dan sayang kamu . I LOVE YOU”. kemudian Adinda mencium foto Neno lalu memeluknya sambil mengenang kenangan bersama Neno yang terdahulu.
Arya terus mengejar cintanya dinda sampai ia mendapatkanya.Setiap kali ia ketemu Adinda Arya mengatakan I LOVE YOU ke Adinda.Semua itu dilakukan berulang-ulang akhirnya Adinda menerima cinta Arya dengan hati yang masih mencitai Neno.
Aku tahu ,mungkin Tuhan memberi pengganti untuku yang lebih baik dari Neno tapi hati ini tetap mencintai Neno ,apakah aku mencintai Arya , oh Tuhan bimbinglah aku dalam percintaan ini. Kata hati kecil Adinda yang sulit percaya akan cintanya ke arya.
Mungkin bunga cinta belum layu ,Dulu Adinda tidak mencintai Arya kini dia bisa jadian sama Arya  .
“MISS Catik titisan Ratu kerajaan Pandjajaran! katanya kamu nggak akan jatuh hati ke Arya! kenapa kamu sekarang jadian sama dia “ kata Dea .
“Aku hanya ingin memberi kesempatan pada Arya untuk mengisi ruang di hatiku.” Jawab Adinda pasti
“o………,tapi bukan karena seseorangkan atau pelarian saja.” Tukas dea balik.
Adinda hanya diam membisu seribu bahasa dan kemudian ia teringat kenangan bersama Neno dengan seribu kisah bersamanya .Memang cinta terkadang bisa membuat orang gila dan bingung.Aku ingin mengakhiri semua ini dengan bahagia sebetulnya aku ingin bersama Neno , cintaku dengan Arya tak seindah cintaku dengan Neno dan sampaikan kasih rinduku kepada Neno Tuhan.!
Saatnya tiba Adinda dikenalkan keluarganya Arya dan ternyata Neno adalah kakaknya Arya yang sudah bertunangan dengan Avila.Kejadian yang sama juga terjadi denganAdinda.Ia diusir mentah-mentah oleh orang tua Arya dengan begitu tragis tapi Arya menghalanginya tetap juga Adinda diusir dari keluarga Arya.Neno yang ada di tempat kejadian hanya bisa diam membisu dan niat hati ingin menolong Adinda harus tertahan karena kebengisan Avila, calon istrinya itu.Semua peristiwa yang dialami Adinda dalam cintanya begitru pedih dan perih memang.
Hidup Adinda berakhir dengan tragis. Ia bunuh diri dengan memotong pergelanan tanganya dan merpati cantik pemberian Neno pun terbang jauh tinggi ke angkasa.Semua peristiwa yang ia alami memang terasa memilukan ketika ia hidup, dan sekarang hanya batu nisan yang tertulis nama Adinda di sebuah pemakaman yang akan menjadi renungan bagi neno dan Arya

                                                                              Tamat
                                                          Karya   :  Imam Aris Sugianto

Cinta Yang Tak Terpisahkan (Tapi Sekarang sudah putus)


Suara gemuruh pesawat terbang di sebuah bandara amat sangat bising sehingga membuat telinga membengang.Pesawat-pesawat tampak sedang landing dan ada juga pesawat yang sedang take off.Tepatnya pesawat tampak datang dan pergi silih berganti.Sedangkan taksi-taksi tampak masih berjejer-jejer di emperan gedung bandara.Dari kejauhan tampak ada sebuah taksi yang mengarah kearah bandara dan akhirnya taksi tersebut berlabuh didepan emperan gedung bandara.Dan akhirnya dalam taksi tersebut keluarlah tiga gadis cantik dan satu cowo mungil.Mereka yang tidak lain dan tidak bukan adalah Rahma,Dian,Faricha dan imam.Mereka berempat adalah sahabat sepanjang masa dalam beberapa dekade ini.Tak lama kemudian setelah rahma membayar argo taksi.Mereka berempat langsung segera mungkin memasuki gedung bandara itu.
Sesampainya rahma tanpak melihat kanan-kiri dalam gedung tersebut.
“Anang, nandi pe’. (Anang dimana sih).” Seloroh rahma dengan bernada Tanya dan tampak gelisah.
“ Sabar tho, ma.Nanti anang juga ketemu kok, uwes tenang wae.” Ujuar imam dengan santai.
Tampaknya rahma masih cemas dan semakin gelisah karena anang,sang pacar belum muncul juga di bandara tersebut.
“ Opo sih ma.ojo gawe kita-kita panic tho. Uwis tenang, anang pasti ketemu. Dewe’e ora-ora nek kabur.(apa sih ma.jangan buat kita-kita panic dong.sudah tenang saja, anang pasti ketemu nanti.anaknya tidak akan kabur kok).”  Sahut faricha sambil lihat kanan-kiri untuk mencari anang juga.
“ Yo uweslah ma. Kita kesana saja, mungkin anang ono nong kono.(ya udah ma.kita kesana saja.mungkin saja anang ada disana).” Ajak dian ke sambil menarik tangan rahma ke sebuah ruang tunggu.
Hari ini adalah hari perpisahan antara rahma dan sang kekasih yang bernama anang.Mereka sudah hamper dua tahun ini menjadi pasag kekasih yang dimulai sejak SMA sampai rahma kuliah.Anang adalah cowo tampan yang menjadi pacar impiannya rahma selama ini.Postur badanya tinggi dan semampai,pokokny dia keren abis.Itulah kenapa rahma sayang banget sama anang.Hari ini anang harus pergi ke Kalimantan untuk mengejar cinta-citanya sebagai seorang polisi.Beberpa bulan lalu anang sudah mendaftarkan diri sebagai anggota polisi diwilayahnya.Dan ia mengikuti babak demi babak penyeleseksian.Tetapi takdir berkata lain kalau dia harus tereliminasi dari penyeleksian tersebut.Tepatnya dia tidak terpilih menjadi polisi didaerahnya dan terdepak dari pemilihan polisi tersebut.Namanya juga anang, seorang laki-laki tangguh yang tak kenal putus asa dan tak mengenal lelah.Dia terus berjuang mati-matian untuk menjadi polisi hingga ia benar-benar memutuskan untuk ikut pemilihan polisi daerah Kalimantan.Sehingga anang harus mengambil resiko yang amat besar dalam hidupnya.Salah satunya, anang harus meninggalkan keluarganya dan terutama ia harus meninggalkan sang kekasih, siapa lagi kalau bukan dan tidak lain dia adalah rahma.
Beberapa minggu yang lalu rahma dikasih kabar sendiri oleh anang via HP jikalau dia harus ke Kalimantan untuk meraih cita-cita sebagai abdi Negara tersebut.Kepeutusan anang, ternyata membuat rahma sedih dan menangis selam dua hari dua malam.Sehingga rahma terpaksa harus meninggalkan kuliahnnya.Tetapi kesedihannya tersebut tak berlangsung lama.Setelah rahma membuat keputusan untuk ikhlas dan berencana akan membelikan anang  a Couple of ring (cincin berpasangan) yang telah diukir nama mereka berdua.Cincin tersebut sebagai pertanda cinta dan kasih sayang mereka yang amat kuat dan tidak akan terpisahkan sampai kapanpun walaupun dunia ini berakhir sekalipun.
***
Suasana bandara yang penuh dengan pesawat-pesawat  itu masih terlihat ramai.Cowok tampan,tinggi dan badannya berisi yang bernama anang itu masih setia dan santai menunggu calon istrinya kelak nantidi ruang tunggu.Anang duduk dikursi panjang dan meletakkan tas dan kopernya diatas bangku tersebut.Waktu semakin sempit tapi rahma tak kunjung menghampiri dirinya.Dilain sisi, rahma dan kawan-kawan tampak masih bingung mencari anang.Tak lama kemudian dian tak sengaja melihat cowo yang bernama anang tersebut.
“ eee…opo iku tha, ma. Yang namanya anang.” Tanya dian sembari menunjuk kearah anang.
“ haa…endi-endi (mana-mana).” Tanya balik rahma dengan semakin bingung dan berdebar-debar hatinya.Selang beberapa lama kemudian rahma melihat juga sosok anang yang sedari tadi masih duduk santai diruang tunggu tersebut.
“ oh ya..itu memang anang.” Centus rahma.
Kemudian Rahma bergegas  dengan cepat-cepat menghampiri anang sembari diiring lari kecil menuju dimana anang bertempat.Sedangkan ketiga sahabatnya, faricha, dian dan imam hany bengong dan melihat satu sama lain.
“ rahma….raaaaahhmmaaaaa…” panggil ketiga sahabatnya.
Akhirnya perjumpaan rahma den anag di bandara kesampaian juga.Anang berdiri dari tempat duduknya dan rahma masih membuka rasa tersebut dihatinya.Matanya rahma berkaca-kaca ketika berhadapan dengan anang.
“ Taku usah kamu menangis , yank.Ini hanya perpisahan sementara.Koyo cah cilik wae.Aku ke Kalimantan untuk menjadi orang sukses, agar suatu kelak nanti aku dapat menikahimu.Mben bapakmu percoyo nek aku iso memberikan nafkah lahir dan batin kanggo sampeyan, yank.Supoyo aku ora isin karo keluargamu.Sewaktu aku akan meminang kamu.Ngerti!” kata anang tegas.
Rahma hanya menganggukkan kepalanya sambil menahan rasa tangis dan airmatanya yang hampir jatuh agar anang tidak terlalu tegas dengannya.Watak anang bisa dibilang keras seperti batu tapi hatinya bisa dibilang baik sekali terhadap rahma.
Anang! Sebenarnya hatiku ini tidak mau kamu tinggalkan.Aku masih ingin bersamamu.Ya Allah tolong aku.Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa ikhlas melepaskan anang, sang pujaan hatiku.kata rahma dalam hati.
“ tapi jangan selingkuh ya disana, awas pokok’e.” ancam rahma ke anang sembari memanyunkan bibirnya dan terus cemberut.
“Rahma, rahma. Sayang. Ya ora mungkinla.Kita kan bisa pacaran secara long-distance atau pacaran jarak jauh. Ngerti ora opo ora ngerti he he he..” centus anang sembari bercanda.
“Iya.Aku ngerti yank. Oh ya aku punya sesuatu buat kamu.” Tukas rahma.
Tak lama kemudian rahma melepaskan pegangannya dengan anang dan berusaha mengambil sepasang cincin didalam tasnya.duo cincin itu dikeluarkannya.Di permukaan cincin terukir nama mereka berdua.Beberapa hari yang lalu rahma telah mewujudkan rencananya untuk memberika anang sebuah cincin.Rencana itu diwujudkannya juga.Rahma telah memesan duo cincin tersesbut disebuah moll terbesar di Surabaya dengan didampingi ketiga temannya tadi.Cincin seharga seratus ribu, yang bisa dibilang harganya ekonomis dan minim tapi harga cincin tersebut tak begitu penting  bagi anang yang terpenting adalah niat dan cinta rahma ke anang tentunya juga keikhlasan hati mereka berdua dalam menjalin cinta.Anang pun sahlut dengan niat rahma tersebut.
Akhirnya pun rahma dan anag saling memakaikan kedua cincin tersebut dai jari-jari mereka berdua.Cincin yang berukir nama rahma dipakaikannya ke jari manisnya anang sedangkan cincin yang berukir nama anang dipakaikannya ke jari manisnya rahma.
“ Alhamdullilah yank. Jaga ya cincin ini agar kamu ingat aku terus di Kalimantan.” Pinta rahma ke anang.
“Pasti yank. Kamu jangan khawatir.” Seloroh anang sembari tersenyum ke rahma agar ia merasa tenang.
Dilain sisi ketiga temannya rahma.siapa lagi kalau tidak lain dan tidak bukan mereka adalah faricha, dian dan imam merasa terabaikan dan dicuekin.Mereka duduk di sebuah kursi panjang yang hanya mereka bertiga mendudukinya.Ada yang mengantuk, ngomel-ngomel dan main HP.
“ Rahma kok lama benget seh…yo opo iki.Aku kudu cepat balik ke jombang. Adikku saiki mantenan e…! kepriye..iki. telat la ‘an.” Keluh faricha sambil ngedumel terus.
“Ya Allah.Allah..my god…my god my goooodddd…..Ya ampun. Sudah jam segini loh.Rahma kok ga’ ndang gage…aku ngeko keri la’an bis ke bojonegoro, ga iso muleh malah.tadi katanya aku mau dikenali sama anang.kata anang aku suruh ikut.kalau aku pulang kesorean nanti sampai rumah malah malam.Pasti bisnya sudah budal kabeh.” Keluh imam sambil ngantuk-ngatuk.
Sedangkan dian hanya diam saja dan memainkan HPnya, sebentar-bentar tutp hP,masukkan tas dan diambil lagi hpnya lalu dimainkan lagi dan begitu seterusnya.
“stress ya.yan.Dari tadi hp kok dimasukkan  lalu dikeluarkan lalu dimainkan dimasukkan lagi lalu dikeluarkan lagi dan sterusnya.Pasti kamu BT ya.” Tegur faricha.
“ ya nich…lama neee..ora kaprah.aku durung cuci baju,umbah-umbahanku akeh.Tadi piring dikamar belum aku beresin dan belum dicuci lagi.mana tadi waktu aku mandi rahma griseni wa’e.Aku durung sempat samponan, sabunan urung tutuk pisan.poko’e puyeng…” kelu dian sambil cemberut.
“ Sabar yan, sabar yo..lagian loh rahma juga pisahnya ga tiap hari. Mungkin seratus tahun sekali.” Sahut imam sambil lihat anang dan rahma.
Tak lama kemudian Rahma mengajak anang bertemu dengan teman-temannya yang duduk di sebuah bangku yang ditempati anang juga.
“ eh..teman-teman.ini loh yang namannya anang yang pernah aku ceritakan waktu itu.” Ucap rahma ke teman-temannya.
“hai, kenalkan aku anang.” Ucap anang.
“ hai, aku faricha…” kata faricha sembari menjabat tangannya anang dengan maenampakkan wajahnya yang masam karena diotakknya yang dipikirin matenan adiknya.
“ aku dyan, teman kuliah dan sekaligus teman kosnya rahma tahun 2010-201, insyalloh begitu.” Lanjut dyan dengan antusias.
“ oh iya, yank. Ini loh yang namanya imam, yang pernah aku ceritakan waktu itu.” Lanjut rahma sambil menarik tangannya imam.
“hai juga anang.aku imam.Aku dari bojonegoro, aku sering dengar cerita tentang dirimu dari rahma, aku senang berkenalan denganmu.” Sapa imam ramah.
Pesawat Rahmat air segera take off.Bagi penumpang yang tujuannya ke kalimatan silahkan segera memasuki pesawat.atas perhatiannya terima kasih.
“ Yank. Aku harus segera pergi.aku mohon pamit yank…” pamit anang.
“ tidak. Sayang. Aku masih kangen sama dirimu.” Kata rahma.
Tak lama kemudian anang dan rahma saling berpelukan dan saling berpeluk perpisahan satu sama lain.Selang beberapa kemudian anang mohon pamit ke rahma dan teman-teman rahma.Selepas anang pergi rahma menangis histeris dan airmata suci tersebut membasahi pipnya.kacamata yang membalut matanya, ia lepas dan kemudia faricha mengusap airmata tersebut dengan tisuSedangkan rahma masih tetap terjaga pandangannya kea rah anang.
“ anang….” Teriak rahma.
Cinta mereka memang sangat kuat.Walau kin harus terpisah dengan laut dan tembok pulau tetap akan terjaga cinta mereka berdua.Selamat jalan anang dan sampai berjumpa lagi.Tahun 2010 ini akan sedikit membuat rahma dibalut rasa kesendirian dan pilu pastinya tapi sahabat-sahabatnya akan menjadi sahabat terindah baginya selama anang berjauhan.

 Demikian Memoriam kisah dari sahabatku Rahma gautami....

Seribu Cinta Untuk Murid-muridku Tersayang


Kini matahari sudah beranjak diufuk barat.Hari semakin sore.Mendung-mendung hitam di langit nampak sedang menyatukan diri dengan sahabatnya yang lain untuk membentuk satu kesatuan yang utuh.Matahari nampaknya sudah lelah untuk menatap bumi hari ini walau sinarnya masih cerah untuk  dipandang, dan langit sepertinya mau runtuh karena hiasan mendung disekitarnya.Mendung –mendung itu sedikit demi sedikit mendekati sang surya yang sedang berbinar menyapa bumi.Waktu sudah menunjukan pukul 14.30 alias ½ 3 (setengah tiga) sore hari dan saatnya kegiatan bimbingan belajar prima course mulai diaktifkan kembali tiap sorenya.Angin sepoi-sepoi dari arah timur mengiringi kegiatan belajar mengajar itu yang berada di sebuah balai desa kecamatan padangan yang tak jauh dari pusat keramaian,soalnya depan balai desa adalah sebuah  jalan raya yang menghubungkan antara kota cepu dengan kota lainnya di jawa timur seperti Surabaya,Ngawi dan kota-kota yang masih bisa dilewati melalui jalur ini.Tak usah disangkal lagi, tentu, jalan raya pastinya dipenuhi dengan mobil-mobil mewah,truk-truk tronton yang besar-besar itu,montor maupun sepeda ontel.Nah, biasalah asap-asap kendaraan dan bau olinya itu yang sangat menyengat sering masuk kedalam balai desa, sungguh bagi orang yang tak tahan menghirup baunya,pasti rasanya ingin muntah, dan satu lagi depan balai desa selain jalan raya yang panjang itu, juga ada kantor polisi yang megah dan terus siaga untuk meringkus para kriminal yang sedang beraksi.
****
Suasana di dalam balai desa saat ini sangat ramai bila didengar oleh telinga  bahkan ramainya melebihi hari-hari biasa,maklum kemarin ketambahan murid baru jadi suasananya sangat bising tapi bisingnya bukan karena mereka ramai atau jeritan atau apalah melainkan karena keaktifan mereka dalam belajar dan Tanya jawab bersama guru-guru mereka, memang murid-murid sangat antusias untuk menggali ilmu di lembaga konsultasi pendidikan ini yang murid-muridnya terdiri dari SD,SMP maupun SMA.Mereka sangat berkompetitif dan cukup pintar untuk menjawab pertanyaan dari gurunya walau tidak semua pertanyaan yang bisa mereka jawab.Apalagi  ditambah dengan guru-guru yang professional,uniknya guru-guru ini ada dari beberapa macam lulusan ada yang sarjana, ada yang lulus SMA langsung bisa jadi guru alias bagi ilmu begitu, terutama bagi murid yang dulu cukup pintar di sekolahnya,jadi bisa masuk  sehingga mereka  tidak jenuh dirumah tapi untuk ini khusus buat anak SMA yang sudah cukup dikenal oleh anggota lembaga konsultasi pendidikan dibalai desa ini sehingga yang belum terlalu dikenal oleh mereka, harus melalui prosedur yang ada dan satu lagi guru di bimbingan belajar dibalai desa ini masih ada yang menjalankan kuliah  dan bahkan ada yang sedang menjalankan skripsinya  siapapun bisa jadi guru di lembaga konsultasi pendidikan ini .Hebat bukan ? sahlut dong.Coba bayangkan! Jika orang-orang berpikir secara realities seperti pendiri atau ketua lembaga konsultasi pendidikan di balai desa ini, otomatis pengangguran di Negara kita pastinya berkurang, selain itu pendidikan juga bisa berjalan.
Setiap kelas sudah terbagi tempatnya dengan fasilitas seadanya, biasalah namanya juga balai desa tempatnya terbatas sehingga dengan terpaksa harus ada yang diluar ruangan,maklum lembaga konsultasi pendidikan ini baru berdiri beberapa bulan yang lalu,cukuplah bagi para anggotanya, soalnya tiada tempat lagi buat mendirikan lembaga bimbingan belajar ini, modalnya tidaklah cukup, butuh modal yang lebih gede,ini saja di kasih ijin pak lurah yang baik hati itu.Panggil saja “ prima couse “ sebuah lembaga konsultasi pendidikan yang tadi di sebutkan diawal cerita,lembaga ini didirikan dalam rangka bimbingan belajar bagi anak yang kurang mengerti akan ilmu pengetahuan yang ada dan tidak mengerti tentang pelajaran disekolah bahkan buat anak –anak  yang otaknya kurang alias lemort, atau buat anak-anak bodoh sekalipun.
***
Awal berdirinya lembaga konsultasi pendidikan prima course  ini dipelopori oleh seorang perempuan paruh baya yang sudah menikah dan punya anak 2 laki-laki semua, panggil saja dia madam anik alias bu anik, ya secara selain jadi ketua dari lembaga konsultasi pendidikan prima course,ia juga adalah seorang guru bahasa inggris di sekolah negeri.Kini suaminya bekerja di Jakarta untuk melengkapi kebutuhan hidup buat anak dan istrinya.Bu anik adalah perempuan yang sangat tegar dan berani dalam mengarungi hidup,keseharian bu anik selain jadi guru, ia juga mengurus kedua anaknya,maklum selain jadi guru ia juga ibu rumah tangga.Perempuan yang selalu memakai jilbab ini selalu memberikan kasih dan sayangnya kepada setiap murid-muridnya.Dia tidak mau jika suatu kelak nanti murid-muridnya mengalami kegagalan hidup dan hanya satu pinta bu anik JADILAH ORANG SUKSES DAN KALAU BISA MELEBIHI IBU, itulah kata-kata bu anik tiap ia ketemu anak didiknya.Dari latar belakang seorang guru ia mempunyai ide yang sangat berlian apalagi kalau bukan mendirikan lembaga bimbingan belajar ini,dibenaknya selalu berpikir dan membayangkan otak anak-anak bangsa yang kurang mampu dalam belajar  dan selalu merasa gagal dalam belajar hingga anak itu malas.Tercentuslah ide itu dan diwujudkan dalam sebuah LEMBAGA KONSULTASI PENDIDIKAN.Bu anik mulai berpikir  ulang mengenai tempat dan jadwal yang ada.Semua memang butuh perjuangan,akhirnya bu anik membuka sesi curhat kepada temannya yang sering dipanggil ayah, entahlah ayah antaberantah dari mana tapi orangnya hebat dan cepat tanggap terhadap apa yang dikeluhkan bu anik.
“ sebenarnya jika ibu ingin mendirikan lembaga bimbingan belajar itu, saya sangat setuju tapi kita perlu yang namanya modal.” Ujar sang ayah teman bu anik
“ saya mengerti yah, tapi apa yang harus saya lakukan agar saya bisa mewujudkan cita-cita ini,apa tidak ada  jalan keluar  yah,” 
“ Cuma hanya satu, kita membutuhkan orang lain atau donator yan g mau membantu,jika kita pakai kekuatan sendiri  itu tidak mungkin, bu”
Dari balik pintu kantor sekolahan tempat bu anik mengajar,ada seorang perempuan yang sedang mendengar pembicaraan mereka,dia bu rahayu.orang tua wali murid dan tiba-tiba bu rahayu ikut gabung dengan mereka. “ jika bu anik tidak keberatan,saya mau memodali ide bu itu tapi dengan satu syarat, saya ikut berorganisasi didalamnya, gimana bu.bu anik bersedia.” Tawaran bu rahayu membuat bu anik tercengang dan sangat bersyukur.tanpa pikir panjang bu anik bersedia dan mengiyakan tawaran itu.
****

3 bulan telah berlalu, tentunya awal yang indah,murid-murid kelas baru sudah berjalan begitu cepat,lembaga yang dikelola dan diketuai bu anik ini sangat kompetitif dan energik.Berjalan seiringnya waktu membuat bu rahayu menjadi iri dengan berkembangnya lembaga bimbingan belajar ini sehingga masalah muncul dengan ditandai penagihan kembalinya modal yang bu rahayu berikan kepada bu anik waktu itu.
“ maaf bu, bukannya saya egois atau apa, tapi saya sangat butuh modal itu untuk membiayai anak saya sekolah.saya tidak pernah bilang memberikan modal itu secara Cuma-Cuma kepada bu anik.sudah saatnya ibu kembalikan modal saya.” Pinta bu rahayu dengan sinis.
 Bu anik menghela nafasnya dan murid-murid saat itu tercengang melihat bu rahayu begitu sadis menaggih secara tidak sopan.BU anik kembali menatap wajah bu rahayu. “ sekali lagi saya minta maaf bu, bukan maksud hati untuk tidak mengembalikan modal itu tapi kami benar-benar belum bisa mengembalikan modal anda.” Jawab bu anik dengan tutur kata yang halus.
“ halah……gak usah bekelik deh bu, lalu uang yang selama ini masuk ibu kemanain.jangan-jangan ibu korupsi lagi.”
“astagfirulllahaldzim, kenapa pikiran ibu picik sekali.sumpah bu, saya tidak pernah menyelewengkan uang itu………” bu anik membela diri dengan wajah yang penuh keseriusan.
“ sudahlah……kalau begitu.saya kasih kesempatan  satu bulan uang saya harus kembali.”potong bu rahayu dan setelah itu dia meninggalkan tempat itu. Matanya bu anik sedikit berkaca-kaca karena fitnah yang tidak benar.cukup miris memang bila orang mendengarnya.Fasilitas yang di pinjamkan bu rahayu cukup bagus, tempatnya saja dirumah mewah alias mepet sawah.Disampingnya ada tempat pembelian barang rongsokan dan disampingnya lagi kantor pos dan depannya jalan raya.Masalah itu semakin lama-semakin besar, bu anik tetap tegar dan pasrah,untungnya  teman kerja bu anik yang sering di panggil ayah selalu mendukungnya  dan memberi  semangat.Tidaklah mudah mewujudkan citi-cita bangsa yang  dicentuskan dalam UUD 1945 alenia IV.Semua butuh perjuangan,tenaga,materi dan doa yang selalu dipanjatkan kepada Tuhan yang maha esa.Bagi murid-muridnya ,bu anik bagaikan ibu Kitakartini yang berjuang untuk mencerdaskan kaum perempuan masa itu,tidak  jauh beda memang.masa-masa sulit juga dialami bu anik contonya saja masalah sekarang yang ia alami.Lembaga pendidikannya sekarang terbengkalai gara-gara masalah itu, tapi kasih sayang bu anik  terhadap murid-muridnya tidak pernah surut.Dia tetap mengaktifkan lembaga bimbingan belajar itu walau bu anik harus ketemu bu rahayu tiap sore dan melihat kesinisan bu rahayu kepada bu anik,sebenarnya sangat menyakitkan bagi ibu anik.Hatinya terasa teriris-iris dan entah mau sampai kapan bu rahayu seperti itu.
Lambat laun masalah itu di dengar oleh pak lurah.Secara dia seorang lurah tentunya pak lurah langsung peduli dengan masalah itu.Tanpa pikir panjang pak lurah mengambil  tindakan yang pasti dan berencana menemui bu anik.Pagi-pagi sekali pak lurah menjalankan rencananya itu, ia bertandang ke rumahnya bu anik, secangkir kopi hangat  sudah menjamunya di meja dan kue lapis  sudah siap untuk dibuat sarapan hari ini.” Bu anik harus tegar, saya sebagai lurah disini akan terus bantu dan dukung bu anik.” Ujar pak lurah dengan senyumnya yang begitu ramah.
“ya, pak lurah terima kasih,maturnuwun atas dukungannya,saya hanyalah seorang guru yang kepingin anak-anak Indonesia atau terutama anak didik saya menjadi  anak yang berpengetahuan luas dan sukses suatu kelak nanti, lalu apa yang harus saya lakukan agar saya bisa mengatasi masalah ini,pak.?” Tanya bu anik dengan penuh penasaran
“ begini bu,gunakan saja Fasilitas balai desa sebagai tempat bimbingan belajar itu dan didirikanlah lembaga konsultasi pendidikan baru dibalai desa itu, nanti modal bu rahayu biar saya pinjami dulu.jadi ibu sekarang tidak usah khawatir mengenai bimbingan itu.” Pak lurah memberikan solusi sekaligus bantuan  yang begitu jitu kepada bu anik.senyumnya bu anik mengembang dan karena terharunya air matanya sedkit menetes di baju kebaya yang ia pakai untuk mengajar di sekolah hari ini.
“ sekali lagi saya ucapkan terima kasih ya pak lurah,semoga Allah membalas kebaikan pak lurah dengan kebaikan yang lebih dari pada ini.” Pak lurah hanya menganggukan kepalanya saja, dan dia minta diri.Cukup sudah bagi bu anik,cobaan yang datang kini akhirnya terselesaikan dengan kesabaran yang tiada batasnya.Ahirnya bu anik mendirikan lembaga konsultasi pendidikan yang baru dibalai desa yang di kosep bersama temannya yang dipanggil ayah tadi, semua motto dan logo dibuat bersama-sama.Dan ia menamai lembaga bimbingan belajar ini dengan panggilan prima course  yang sudah disebutkan diawal cerita tadi, itu merupakan lembaga bimbingan belajar versi kedua dari sistem programnya bu anik  setelah mengalami ujian yang begitu berat.
***
Mengingat masa silam awal berdirinya lembaga konsultasi pendidikan yang di rancang bu anik bersama rekannya tadi,bu Anik sangat mensyukuri kehidupan ini karena lembaga bimbingan belajarnya masih bisa berdiri dan utuh sampai sekarang walau beganti nama menjadi prima course , rasa syukur itu membuat ia harus meneteskan airmatanya kembali, kini ia sekarang berperan sebagai ketua di bimbingan belajar dibalai desa padangan ini.Sudah sejak siang tadi bu anik duduk di ruangan kerjanya di balai desa sambil mengingat masa silam itu.tiada kata yang bisa ia ucapkan selain syukur kepada Allah.Selang beberapa kemudian mbak diah,seorang bendahara keuangan di prima course  baru datang ke balai desa dengan menaiki sepeda ontelnya.Postur badannya yang lumayan gemuk,kelihatan lebih seksi jika kita pandang lebih detailnya.Perempuan berkerudung ini bagaikan soulmate bagi bu anik karena hampir tiap waktu ia ketemu. Secara ruangan ketua , para guru dan bendahara maupun seketaris dan staff lainya digabung menjadi satu di ruangan itu.Setelah memakir sepeda  ontelnya,mbak diah langsung berjalan menuju ruangan ia bekerja. Secara ia melewati muri-murid yang lagi belajar dan suasananya juga ramai, mbak diah pun menyapa mereka “ sore semuanya…..belajar yang rajin ya anak-anak.jangan malas.” Tapi anak-anak pada cuek dan yang terdengar hanyalah suara jawaban –jawaban mereka terhadap gurunya.
Bu anik masih berada dikursi kerjanya dan mbak diah masuk ruangan tanpa permisi,biasalah semuanya juga sama, jika masuk ruangan tiada yang mau permisi terlebih dahulu karena ini sudah menjadi kebudayaan mereka semenjak lembaga bimbingan ini di buka.Semua staff sudah menganggap seperti rumah sendiri dan bahkan kebebasan itu tidak tabu lagi bagi mereka walau seperti itu mereka tetap sopan kepada siapa saja yang bertandang ke sana.kebudayaan itu hanya berlaku bagi para anggotanya saja.Tujuannya agar para anggota bisa berinteraksi satu sama lain dan agar semua anggota tidak sungkan ketika memerlukan sesuatu.Tanpa pikir panjang mbak diah langsung duduk depan komputer dengan sikap sempurna.
“ mbak, proposal pengajuan untuk mendapatkan surat izin mendirikan lembaga konsultasi pendidikan ini ke  pemerintah dinas pendidikan, sudah disiapkan belum.” Tanya bu anik ke mbak diah.Dengan refleksnya mbak diah langsung menoleh kea rah bu anik yang tadi arahnya berlawanan.” Sepertinya sudah bu, kan yang membuat mbak anis, ntar kalau mbak anis sudah selesai mengajar, ibu Tanya saja sama dia.”
Kali ini bu anik tidak mau kecolongan kayak lembaga konsultasi pendidikannya dulu yang sempat menimbulkan masalah.Kini semua berjalan dengan normal tiap sore dibalai desa pasti ramai kecuali hari jumat sampai minggu soalnya waktu ini jadwal les tidak terlalu penuh.Kebiasaan yang tidak bisa dipungkiri lagi bagi mbak diah, selalu terlihat menghitung uang kas yang tiap bulannya masuk.” Seratus tujuh puluh, seratus delapan puluh…….” Begitulah kira-kira suara nyaring di dalam ruangan kerja, selain jadi bendahara mbak diah juga jadi pengajar di lembaga bimbingan belajar ini.Dia juga tidak mau kalau ilmu yang selama di dapatnya hilang tanpa sebab jadi supaya tidak jenuh menghitung uang dia bagi ilmu juga buat hiburan.Selagi mbak diah sibuk menghitung uang, bu anik bangkit dari tempat duduknya dan ia berusaha melangkahkan kakinya keluar dari ruangan hanya sekedar mengawasi kegiatan belajar dan mengantarkan buku jurnal kehadiran siswa maupun guru untuk diisi.
Tak lama kemudian hujan deras turun dengan diiringi angin begitu kencang, genting balai desa pun bocor dan murid-murid  yang sedang belajar pun panik seperti anak ayam yang kehilangan induknya.Semua guru yang ada berusaha menyingkirkan meja dan kursi untuk dipindah ke tempat yang lebih aman.” Anak-anak tenang ya…..kalian jangan panik.tetap dibalai desa, nunggu orang tua kalian jemput kalian,” ujar seorang guru muda yang baru menjadi staff di prima course.
Akhirnya kegiatan belajar nmengajar untuk sore ini selesai juga, saatnya murid-murid pulang dan guru-guru meggunakan waktu istirahatnya untuk menyegarkan otaknya sejenak dan kegiatan belajar mengajar akan dilanjutkan setelah magrib nanti sampai jam delapan malam.Diruang kerja mereka sudah ada makanan yang baru saja di beli oleh ali, seorang guru juga dan baru lulus SMA.Mereka menikmati makanan itu sambil mengobrol-ngobrol tanpa ujung  dan tidak jelas pula, biasalah ibu-ibu sedang ngerumpi jadi yang laki-laki juga ikutan ngerumpi kayak ibu-ibu yang sedang arisan.Selama mereka bercakap-cakap, tak disadari ada seorang laki-laki misterius datang memberikan brosur yang begitu mengagetkan mereka,orang misterius itu langsung pergi dari tempat itu tanpa pamit.
“astagfirlluhaldzim,ada apa lagi ini….brosur ini sangat menghina forum kita….” Ucap bu anik sambil mengelus dadanya,
“ biasalah bu, orang-orang yang gak ada kerjaan.saya tahu mereka sangat  tidak suka dengan kehadiran lembaga les ini. itu pasti kerjaannya tetangga sebelah itu bu,” sahut mbak diah
“siapa mbak….” Tanya bu anik dengan penasaran
“ siapa lagi, kalau bukan RT 17, RT yang selalu ngawasi kita bu, sejak  berdirinya lembaga ini RT 17 sudah mulai mengintai apa yang kita lakukan bahkan masyarakat dan sekolah sekitar sini mengawasi kegiatan kita bu, jadi kita harus serius dan waspada.jangan sampai orang lain menjatuhkan lembaga konsultasi pendidikan ini.”  Penjelasan mbak dia terlalu detail dan sedangkan mbak  anis, seorang guru juga hanya diam membisu seribu bahasa.Brosur itu sangat membuat mereka cemas dan takut jika masyarakat menganggap aneh  lembaga yang diketuai bu anik ini.Brosur itu berisikan tentang lowongan pekerjaan yang gratis tidak membutuhkan ijasah yang tinggi tapi bisa jadi pengajar dan di dominasi ibu-ibu  yang belum menikah dan  jadwalnya jam 12 malam pula, bila diceritakan sangat panjang.Awal masalah ini terjadi ketika pak lurah meminjamkan balai desa itu sebagai kegiatan perkembangan pendidikan yang di kelola bu anik.Kecemburuan sosial terjadi, ada warga yang tak suka dengan kegiatan yang bertujuan baik untuk  mencerdaskan anak bangsa ini.Inspirasi RT17 membuat brosur  ini berasal dari kebiasaan Ali yang suka membawa pacarnya masuk keluar balai desa dan pada waktu  itu ketika  malam yang panjang Ali sengaja mengajak pacarnya belajar bersama dibalai desa hari minggu, entahlah apa yang sebenarnya yang ada dibenaknya Ali waktu itu,sudah tahu malam masih nekat bawa cewek ke balai desa tanpa izin dari ibu ketua lagi.
“ sekarang lebih baik,ibu tegur  Ali bu, sebenarnya brosur ini datang  gara-gara ulah ali yang tak sopan itu.” Saran mbak anis ke bu anik.
“ ali sekarang dimana,….” Sahut bu anik
“ dia di kamar mandi bu, bentar lagi juga datang.”
Hari ini adalah hari dimana cobaan itu datang lagi dengan tema yang berbeda.Kali ini bu anik sedikit kesal dengan Ali, guru sekaligus mantan muridnya bu anik waktu SMA.Bu anik tidak lagi mempedulikan nasi yang ada didepannnya.matanya menatap kedepan dengan emosi yang menggebu-gebu.Matanya memancarkan amarah.Hidungnya mengembang.Matanya yang sedari tadi menatap kini berubah melotot,tangannya mengepal.Tak lama kemudian Ali datang dan masuk ruangan,Tanpa pikir panjang bu anik bangkit dan berdiri dari tempat duduknya” Allliiiiiiiiii,........Aku sudah bilang sama kamu jangan buat ulah disini,ibu malu Ali.” Suara yang begitu keras dan membuat telinga membengang.Dengan refleksnya Ali kaget dan membuat tubuhnya gemetar.” Apa yang terjadi ibu.saya tidak tahu menahu tentang itu.”
“perbuatan kamu yang membawa widya malam-malam ke balai desa, itu terlihat oleh masyarakat terutama RT 17 Lii,..tolong kamu ngertiin ibu,soalnya kamu bisa ada dsini, ibu yang bawa.jadi jaga nama baik ibu.”
“ tapi bu, saya sama widya waktu itu hanya belajar dan memberikan materi saja.Kami tidak melakukan apapun.lagian saya merasa kesepian bu, saya sebagai wacther  alias penjaga balai desa ini merasa membutuhkan teman.” Ali membela diri.
“ ya ibu mengerti,tapi perlu kamu  tahu bahwa masyarakat akan berpikir lain tentang kita,lihat brosur ini Li..”  ibu anik memberikan brosur itu ke Ali.Ia pun membacanya dengan pelan.Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya.” Nah, sekarang kamu sudah tahu kan, bahwa ada masyarakat yang benci dengan aktivitas ini.” Ujar bu anik lagi.
“ lain kali di hati-hati yo li, jangan seperti itu lagi.semua masyarakat kini tertuju pada kita.jadi jika tujuan kita membuat murid-murid itu faham akan ilmu, maka sebaiknya masa pacaranmu ditunda dulu, ya jika kamu tidak mau ya ndak pa pa.tapi kamu harus tahu mana yang harus kamu dahulukan.” Nasihat mbak diah hanya di dengar Ali tanpa respon apapun.
“makanya jadi bocah ojo sembrono (jangan ceroboh).” Ujar mbak anis dengan suara lantang.
“ yang gak saya suka dari brosur itu, ada pernyaataan  di dominasi ibu-ibu yang belum kawin.rasanya kesal aja, lihat bu anik, anaknya sudah 2.aku belum punya, yang aku tersinggung gitu,li.” Keluh mbak diah dengan raut wajahnya yang masih bisa tersenyum.
Dalam hidup ini pasti ada cobaan dan perjuangan yang membutuhkan jiwa yang tangguh.Masalah demi masalah bu anik bersama rekan-rekannya di pecahkan bersama,gara-gara brosur itu ada murid yang tidak mau lagi belajar di prima course.Tapi semua tidak membuat bu anik berhenti berrjuang.Kini ia malah lebih tegar daripada biasanya.Demi murid-muridnya ia tetap mempertahankan lembaga bimbingan belajar ini walau ia harus malu dengan kehilafan Ali itu.bu anik tidak akan pernah putus asa  dan ia tetap kembali pada tujuannya membuat murid-muridnya menjadi anak yang pintar agar suatu kelak nanti mereka tidak dibodohi bangsa asing.Sungguh  cukup bijak ibu beranak 2 ini.
Adzan magrib telah tiba, mereka bersama-sama menunaikan sholat berjamaah di mushola yang ada di kantor polisi.Sejenak mereka mengucapkan syukur kepada Tuhan yang maha esa.Hujatan dan fitnah yang datang tadi merupakan ujian dari Allah Azza wa jalla.Semua perlu kesabaran untuk menjalani hidup ini.Seusai sholat magrib berjamaah mereka kembali ke balai desa dengan rutinitas malam, apalagi kalau bukan kembaliya aktivitas belajar mengajar untuk  jadwal malam ini.Waktu tepat pukul setengah 7 malam.Murid-murid sudah nampak berdatangan, ada yang diantar dan ada juga yang berangkat sendiri dengan montor maupun sepeda.Kegiatan belajar dan pemberian materi akhirnya dimulai juga, sedangkan Bu anik masih tetap berada di kursi kerjanya dengan ditemani mbak diah.
“ orang-orang kok usil ya bu.aku jadi jengkel kalau begini.kita Cuma ingin buat suasana baru dalam hidup  kita kok ya sulit.ada aja halangannya,orang iri apalah.” Keluh mbak diah ke bu anik.
“ e...ya nggak tahulah mbak.yang terpenting kita sabar saja, semua pasti akan berjalan dengan lancar dan normal kembali.Jika niat kita buat anak-anak itu menjadi pintar dan tidak malas bararti kita sukses.biarlah orang berkata apa, yang terpenting kita pikirkan nasib anak bangsa.”
“betul...betul...betul....sungguh bijak sekali  kata-kata ibu barusan.saya mengajar dulu ya bu.permisi.”
Dalam kesendirian diruang kerja bu anik menyisakan waktunya untuk menulis sebuah puisi dari hatinya yang terdalam.ia ambil kertas HVS dan bolpoin di meja dekat komputer dan tak lama kemudian berpikirlah bu anik untuk mengungkapkan perasaannya yang ia sedang rasa saat ini.

AKU DIHUJAT
            Biarlah hati ini sakit karena duri
Asalkan jangan kau buat anak-anakku meritih kesakitan karena kebodohan
            Janganlah kau usik kami
            Biarlah kami bebas seperti burung-burung yang terbang itu
                        Tataplah anak-anak itu
                        Kau boleh menghujat kami
                        Tapi biarlah anak didik kami belajar untuk masa depannya
                        Jangan kau halangi mereka dengan sejuta rencana busukmu, wahai RT 17.
            Dengarlah curhatan dan jeritan kami
            Kau jangan asal ucap dengan mulutmu yang tak pernah kau jaga
            Cukup kali ini saja
            Biarlah kami mengatur hidup kami sendiri.
Tak ada kata yang tak berguna bagi bu anik, ia pun berdiri dan melangkah ke depan pintu hanya untuk sejenak melihat murid-muridnya belajar.”Semoga kalian jadi anak yang berguna untuk kedua orang tuamu dan untuk bangsa dan negara”.Senyum bu anik mengembang ketika melihat anak didiknya sedang belajar.Dari kejauhan mbak diah yang sedang mengajar itu melihat bu anik yang sedang bersandar di pintu sambil melihat anak-anak belajar, tanpa berpikir dahulu mbak diah menghampiri bu anik dengan senyumnya yang ramah.Mbak diah menatap wajahnya bu anik dengan wajahnya yang cerah.
“ BU.....” panggil mbak diah dengan menodongkan kedua tangannya untuk memeluk bu anik dan akhirnya mbak diah memeluk bu anik dengan penuh perasaan. “ sing sabar yo bu....” saran mbak diah sambil mengelus-ngelus pundaknya bu anik.Semua anak-anak didiknya terkesima melihat mereka sangat melankolis dan tiba-tiba suara tepukan tangan terdengar begitu nyaring di balai desa malam itu ditambah suara mobil maupun montor dari jalan raya.Deru berunya bercampur aduk dengan suara tepuk tangan itu. SEMUA INI HANYA UNTUKMU MURID-MURIDKU,JADILAH KALIAN ORANG YANG SUKSES SUATU KELAK NANTI.AKU MENYAYANGI KALIAN.I LOVE MYSTUDENT
Oleh IMAM ARIS SUGIANTO...

Puisi Corona Virus

JENGGALA BAGI CORONA VIRUS Dunia menjadi jenggala bagi virus corona yang merajalela Sedetikpun, ia tak akan berhenti bergerilya meracun...