Showing posts with label Puisi Rumah tangga. Show all posts
Showing posts with label Puisi Rumah tangga. Show all posts

Suamiku Diusir Dari Kampung Halamanku


Pulang kampung dari perantauan sambil membawa pasangan
Dua  sejoli yang masih memadu kasih
Saling memberi kebahagiaan satu sama lain
Tinggal serumah dirumah kedua orangtuaku di desa

Pernikahan siri telah menyatukan kami berdua
Merajut asa dalam menggapai impian
Aku bahagia dan tersanjung dalam kehidupan
Merasa sempurna menjadi perempuan
Diriku hamil sekitar enam bulan

Suamiku adalah kebanggaanku
Aku selalu berkoar karena dia adalah seorang abdi negara
Siapa yang berani menggunjing atau meremehkan keluargaku
Aku pasti langsung bilang suamiku agar dia memberi pelajaran pada mereka

Airmataku mulai bercucuran
Kepala desa mulai mempersoalkan status pernikahan kami
Mereka bilang pernikahan kami tidak sah
Pernikahan siri kami dianggap hanya lelucon semata
Kami dituduh kumpul kebo tanpa ikatan

Mereka seakan-akan ingin melunyahkan kehidupan rumah tanggaku
Menginjak-ngijak harga diriku dan suamiku dimata masyarakat desaku
Aku berusaha membela suamiku dengan segala kemampuanku
Suamiku mencoba menjelaskan status pernikahan kami dengan jelas
Tapi mereka tidak mau tahu
Mereka hanya ingin suamiku henyak pergi dari kampung halamanku

Aku hanya bisa pasrah
Hatiku sangat perih dan sakit tiada terkira
Tapi apa daya, aku hanya perempuan biasa
Hukum berkuasa tanpa memandang siapa-siapa

Melalui mataku sendiri
Aku melihat peristiwa itu sangat miris dan krisis
Tangan kami seolah-olah berpisah secara perlahan
Suamiku diusir dari kampung halamanku

Hubungan kami kandas pada waktu itu,
Tiada kabar,
Tiada kunjungan lagi ke desaku
Aku cari dia ke kota
Namun nihil hasilnya



Bojonegoro, 08 Agustus 2014

Karya  : Imam Aris Sugianto

Puisi Corona Virus

JENGGALA BAGI CORONA VIRUS Dunia menjadi jenggala bagi virus corona yang merajalela Sedetikpun, ia tak akan berhenti bergerilya meracun...