CERPEN CINTA REMAJA



Lelangon

Ia masih berdiri tegap menatap bentangan sawah dihadapannya. Tangannya bersedekap.Rambutnya terurai panjang hingga sebahu.Tubuhnya yang cendayam membuat dirinya tampak lebih anggun dengan pakaiannya yang kasual.Dipunggungnya sudah menggendong ransel besar. Disampingnya sudah ada motor gede yang akan membawanya pergi kemana saja dia mau. Ia memang cendrawasih yang bebas terbang kapanpun dia inginkan. Seumur hidupnya baru kali ini ia akan melancong menuju tempat wisata bersama tambatan hatinya. Sesekali ia melihat jam tangan yang sudah melekat ditangan kirinya. Raut wajahnya tampak memancarkan kegelisahan. Kabar dari sang pacar tak kunjung datang. Sementara kemelut mendung hitam berarak terhempas angin membawa hatinya semakin gusar.Sesaat kemudian, satu sms masuk dalam HP-nya.Wajahnya kembali tenang dan sumringah.Ia bergegas mengemudikan motornya dan meninggalkan tempat itu. 

Matanya berbinar terang.Senyumannya merekah bagai delima. Setiap dalam perjalanan, dia terus berharap cintanya akan selalu bersemi dan memberikan kenangan terindah melalui pertualangannya di tempat wisata tersebut. Ia melewati hutan jati yang hijau dan rindang. Perjalanan yang hampir memakan waktu satu jam setengah dari kampung halamannya itu membuatnya semakin lelah. Sesampainya di lokasi wisata, tepat di depan sebuah gapura, ia langsung berhenti dan memakirkan motornya.

Kini ia berada di tempat wisata Kayangan api di Kabupaten Bojonegoro.Salah satu obyek wisata yang sangat terkenal di Bojonegoro.  Kayangan api merupakan sumber api abadi atau api yang tidak pernah padam sekalipun. Api yang keluar adalah sumber api alam dan merupakan sumber api terbesar di Asia tenggara. Kayangan api tersebut terletak di Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, sebuah desa yang memiliki areal hutan seluas 42,29 % dari luas desa.

Ia pandangi keadaan sekitar dengan penuh seluruh. Dia tampak celingak-celinguk mencari seseorang.Ia terus menunggu. Hatinya gusar dan bimbang.Perasaannya dipenuhi rasa takut jika kekasihnya tidak datang menepati janjinya. Dirinya mondar-mandir di depan gapura wisata tersebut seperti bidadari kehilangan selendangnya. Sementara udara dingin terkibas sejuk dari pohon-pohon rindang di sekitar hutan tersebut.Angin itu menerpa tubuhnya sehingga membuatnya mengigil dan menelungkupkan kedua tangannya diatas dadanya.Matanya masih menyelidik tajam mencari kekasihnya yang tak kunjung datang.Dia semakin bosan untuk menunggu.Apa dia berbohong, Tuhan, pikirnya. Sudah satu jam ia menunggu namun kekasihnya belum juga datang.

Airmatanya mulai menetes dan membasahi pipinya. Lalu ia mengusapnya lembut hingga kering tiada tersisa.Ia mulai ragu dengan cintanya. Kini ia putuskan pulang saja namun sesaat sebelum ia bertindak meninggalkan tempat itu, ada suara seseorang memanggilnya. Ia terhenti sejenak dan mendengarkan suara yang berasal dari balik tubuhnya.
“Fitri…” panggil seseorang itu lagi.
Cewek itu membalikkan tubuhnya dan terkejut melihat siapa yang memanggil namanya. Seorang cowok melambaikan tangan kearahnya sambil tersenyum manis padanya.
            “Haston…” pekiknya sambil tersenyum.
Haston-kekasihnya itu baru datang menemuinya. Mereka saling berjalan menuju satu arah hingga raga mereka bertemu satu sama lain. Hatinya Fitri yang tadinya sedih menjadi bahagia.Rasa takutnya menjadi kekuatan untuk cintanya.
            “Kenapa kamu baru datang, sayang…”tanya Fitri lembut.
            “Aku sengaja membuat kamu menunggu biar aku tahu seberapa kuatkah kesabaran cintamu untukku...” jawab Haston santai.
            “Apa kurang cukup aku menerima tawaranmu untuk menguji cinta kita melalui pertualangan perjalanan wisata ini untuk menumbuhkan rasa saling percaya diantara kita…” seloroh Fitri.
“Rasa saling percaya diantara cinta kita akan terbukti jika kita berdua bisa melewati segala rintangan dalam perjalanan wisata kita hingga di lokasi wisata terakhir nanti, sayang…”  tukas Haston serius.
Fitri hanya menghela nafas dalam-dalam.Cewek itu langsung tersenyum tipis lalu menggandeng tangan kekasihnya.Mereka berdua langsung melangkahkan kakinya menuju sebuah gapura yang mempunyai jajaran tiang yang berdiri megah didepannya.

Kini mereka memasuki area api kayangan. Mata mereka berdua tertuju pada sebuah tiang yang berjajar. Ditengah tiang tersebut terdapat lingkaran batu yang mengeluarkan gelombang panas dan menjadi tempat dimana api abadi tersebut bersemayam. Hatinya membuncah kegirangan melihat sebuah api yang tidak pernah padam. Bagi mereka lokasi wisata yang mereka kunjungi akan menjadi lelangon atau teman tempat bersuka-suka untuk cintanya. Namun konon ceritanya, api kayangan yang mereka kunjungi tersebut menurut masyarakat sekitar percaya bahwa lokasi api kayangan itu menjadi tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Mbah Supa, atau biasa dipanggil dengan Mbah Pande yang berasal dari kerajaan Majapahit. Mbah Supa merupakan seorang pande besi yang biasa membuat alat-alat pertanian dan pusaka.Didekat api kayangan itu terdapat kubangan lumpur yang terletak di sebelah barat api kayangan dan berbau belerang. Masyarakat percaya bahwa Mbah Supa masih beraktifitas sampai sekarang. Tempat api kayangan tersebut menjadi tempat yang sangat sakral. Api yang ada hanya boleh diambil jika ada upacara yang sangat penting seperti upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengku Buwono X dan untuk mengambil api harus melalui suatu prasyarat yaitu selamatan atau wilujengan dan tayuban dengan menggunakan fending eling-eling, wani-wani dan gunungsari yang merupakan gending kesukaan Mbah Kriyo Kusomo.

Mereka berdua menikmati suasana wisata tersebut.Angin sepoi-sepoi menghempas tubuh mereka hingga terasa sejuk dan dingin. Setelah sekian menit termangu menikmati indahnya api abadi tersebut, mereka langsung mengambil foto selfi berdua. Setelah itu mereka melanjutkan pertualangan ke tempat wisata berikutnya.Masih ada dua tempat wisata yang mereka harus kunjungi. Bagi Fitri yang menjadi masalah dalam hal ini adalah dia harus mengendarai motor sendirian dan terpisah dengan sang pacar untuk menuju tempat wisata itu.Entah kenapa perasaannya seringkali was-was dengan keadaan jalan raya yang semakin siang semakin padat merayap. Tapi ini menjadi tatangan bagi dirinya untuk menguatkan cintanya bersama Haston.

Mereka memulai kembali perjalanan wisatanya menggunakan motor tersebut.Fitri dan Haston terpisah jarak dan waktu menuju tempat itu.Bagi Fitri menguji cinta diri sendiri itu adalah hal yang konyol.  Tak pernah sama sekali terpikir olehnya. Semua rencana telah disusun rapi oleh Haston.Ia pengen sekali membuktikan cinta itu. Seberapa percayanya hati mereka akan cinta itu. Seberapa kuatkah cinta diantara mereka.Lebih asyiknya lagi mereka memang benar-benar tidak berangkat bersama alias sendiri-sendiri dengan jarak dan waktu yang berbeda.Itulah yang akan membuat konsistensi pada cinta mereka. Menumbuhkan Integritas dalam diri mereka sehingga rasa saling percaya tumbuh dan menguatkan cinta mereka.
Sekarang  motor Haston melaju lebih cepat. Menyusuri  jalanan yang padat merayap dan saling salip menyalip satu sama lain.Akhirnya Ia sampai ke lokasi wisata selanjutnya. Ia berhenti dan membuka helm. Lalu ia pandangi sebuah gapura berwarna biru dan diatasnya terdapat patung kepiting raksasa. Senyumannya mengembang. Sekarang ia bergantian menunggu.  Cowok itu tampak santai.Dia duduk diatas jok motornya.Lalu dibukanya ransel yang dibawanya.Mengambil sebotol air lalu meminumnya. Hampir satu jam dia menunggu. Pujaan hatinya tidak kunjung datang.Hatinya semakin gusar. Lalu ia mengambil HP disaku celananya. Ia memencet nomer kekasihnya itu. Tapi tidak ada jawaban dari Fitri.Haston semakin bingung.Perasaannya kacau balau.Dia cemas dan takut terjadi apa-apa dengan Fitri dalam perjalanan. Sekali lagi,ia menelepon nomernya Fitri. Hasilnya tetap nihil.Pikirannya sudah mengambang kemana-kemana.Sekelebat bayangan Fitri muncul dibenaknya.Dia terlamun sejenak tentang kekasihnya itu. Tiba-tiba ada deru suara motor dan klason membangunkannya. Fitri berhenti tepat dihadapannya.Haston tersenyum lega. Fitri datang dalam keadaan baik-baik saja.Mereka berdua langsung memarkir motornya diparkiran.Mereka berdua sekarang berada di Wisata Bahari Lamongan atau sering disebut WBL.Lokasinya terletak di pesisir utara Pantai Jawa, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.Mereka membeli tiket masuk seharga Rp. 55.000,-per orang karena hari biasa. Apabila hari libur atau hari jumat sampai minggu maka harga tiket seharga Rp. 75.000,- per orang. WBL buka mulai 08.30 sampai 16.30 WIB.
Fitri dan Haston memasuki areal wisata tersebut dengan sumringah.
“Inilah lelangon kita berikutnya, kita harus mengabadikan momen terindah kita disini…”
“Semoga dengan mengabadikan kenangan demi kenangan , cinta kita bisa langgeng ya..”
“Amiin..”

Pandangan mereka menebar ke penjuru arah.Mereka sangat antusias dengan semua ini.Mereka segera menikmati suasana dengan berbagai wahana di tempat tersebut.Dari kejauhan tampak sebuah laut terbentang luas dan indah.Disana juga terdapat kolam renang yang besar, rumah hantu, berbagai wahana lainnya.WBL tersebut sudah berdiri sejak tahun 2004 sebagai hasil pengembangan obyek wisata yang telah ada sebelumnya, yakni Pantai Tanjung Kodok yang dipadukan dengan konsep wisata bahari dan dunia wisata memiliki areal seluas 11 hektare. WBL tersebut akan memanjakan para pengunjung dengan konsep one stop service. Tempat wisata ini didukung pula dengan hadirnya tiga wahana baru setiap tahunnya. WBL juga menyediakan fasilitas pendukung seperti Pasar Hidangan, Pasar Wisata, Pasar Buah dan Ikan serta fasilitas umum lainnya seperti Masjid, Klinik, ATM, Tempat menyusui Ibu dan Bayi, Toilet, Free WIFI, Tempat Parkir dan lain sebagainya. WBL juga terhubung dengan pantai tanjung kodok, Tanjung kodok beach resort serta Maharani zoo Goa.

Fitri dan Haston memadu kasih dengan mengabadikan setiap momen terindah melalui HP canggihnya.Mereka menyusuri pantai tanjung kodok yang elok.Bercanda bersama.Kebahagiaan itu seakan meronai mereka berdua.Selang waktu berlalu, kebahagiaan itu seolah sirna dari raut wajahnya yang ayu.Wajahnya berubah menjadi suram ketika seorang perempuan seksi berpenampilan modis dan trendi menyapa Haston lalu mereka cipika -cipiki.Perempuan itu memang terlalu genit dan menggoda.Haston dan perempuan itu terlibat obrolan yang lumayan lama.Haston seolah terpusat dengan perempuan itu.Fitri merasa tidak dipedulikan.Dirinya merasa diabaikan.Dia mundur agak menjauh.Lalu matanya menembus pemandangan di tengah laut tersebut.Rambutnya terkibas pelan karena angin bertebaran.Fitri terlamun dalam keheningan.Rasa cemburu dihatinya semakin membara dan sulit padam.Selang beberapa menit kemudian, Haston melihatnya sendirian.Ia menarik tangannya dan memperkenalkan perempuan tersebut kepada Fitri. Perempuan itu mengulurkan tangannya untuk jabat tangan.Tapi Fitri seakan tidak ingin menyambutnya.Secara terpaksa tangannya diulurkan lalu dipegangnya tangan perempuan itu.
“Hai, aku Yuli. Mantan pacarnya Haston..”   ujar perempuan itu dengan seenak mulutnya.
Hatinya tergonjang mendengar ucapan dari perempuan itu.Api emosi dalam hatinya seakan berkobar. Rasanya ia ingin menampol mulut perempuan sok cantik itu. Sementara Haston hanya terdiam dan hatinya menjadi cemas.
“Fitri, pacarnya Haston.” jawab Fitri kenes lalu meremat tangan perempuan itu.
Perempuan itu bergelinjang sedikit kesakitan.Ia menarik tangannya secara kasar. Lalu matanya mendelik dan menyelinap memandangi Fitri dengan penuh kebencian.Haston berusaha melerainya.Perempuan tersebut sewot.Lalu dia pergi begitu saja tanpa pamit dari hadapan mereka.Haston seperti tidak bisa berkata-kata.Dia kebingungan mencari kata. Hatinya Fitri penuh tanda tanya.
“Apa kamu masih ada hubungan cinta sama mantanmu itu..”
“Tidak..”
“Lalu kenapa kamu tadi sok mesra sama dia., hatiku sakit, Haston., “
“Sabar, maafkan aku…”
“Sebenarnya kamu mengajak aku pergi traveling sebagai ajang untuk menguji cinta kita atau hanya untuk menyakiti hatiku  saja…”
“Tidak, semua ini hanya kebetulan saja. Maafkan aku…”
Kemudian dia berlari meninggalkan Haston ditepi pantai.Haston berusaha mengejarnya hingga tepat diparkiran mereka berhenti.Fitri meneteskan airmata cinta.Dia takut kehilangan kekasihnya.Haston membalikkan tubuh Fitri ke hadapannya.
“Kamu marah, kamu sakit hati, aku akui salah maka maafkan aku…”
“Kamu tega, kamu tega membuatku begini, seharusnya kita bahagia di obyek wisata tersebut bukan membuatku bersedih..”
“Maafkan aku….”
“Aku ingin pulang saja.., sudah cukup rencana konyolmu ini…”
“Maafkan aku, percayalah kalau ini ujian buat cinta kita, kita harus kuat Fitri, buktikan pada dunia kalau cinta kita berdua itu tidak akan pernah pupus walau badai menerjang, kita tetap akan satu, percayalah…”
“Kamu janji bahwa kamu tidak akan pernah menyakiti hatiku lagi.”
“Janji..”
Seketika itu Fitri memeluk erat tubuh Haston dengan penuh perasaan.Haston membelai rambutnya lembut.Pelukkan keduanya dilepaskan.Haston mempersilahkan Fitri mengambil motornya.
“Mari kita menuju lelangon kita berikutnya…, dan kamu harus percaya bahwa kita adalah cinta sejati…” tukas Haston penuh percaya diri.

Fitri hanya menganggukan kepalanya.Senyumannya merekah diiringi bibirnya yang merah karena gincu yang dipoleskannya.Mereka berdua langsung bergegas mengambil motornya masing-masing.Mereka kembali melanjutkan perjalanannya menuju obyek wisata yang terkahir. Kali ini obyek wisata yang akan mereka berdua kunjungi bisa memakan waktu kurang lebih selama tujuh jam perjalanan. Mereka harus kuat apalagi mereka berkendaraan motor sendiri-sendiri dan  terpisah pula.

Terik matahari semakin panas.Mereka tetap melaju menyusuri jalanan yang penuh polusi.Melewati segala penjuru arah untuk menggapai tempat terakhir untuk pembuktian cinta mereka.Dalam perjalanan Fitri sebentar-sebentar istirahat ditepi trotoar sambil sesekali jajan.Sementara Haston kebut-kebutan di jalan.Ia ingin segera sampai tempat tujuan. Dia ingin lekas menyatakan sesuatu rahasia penting kepada Fitri.Sekian lama dalam perjalanan, Fitri dan Haston sudah berada di sebuah jalan menanjak dan berliku namun ditempat yang berbeda.Mereka berhenti dan menikmati sore di pinggir jalan sambil menikmati pemandangan bukit dan pegunungan di sekitar mereka.Kabut tebal tergiring angin diatas pegunungan.Suasana dingin yang menyerang tubuh mereka terasa sejuk dan menghilangkan rasa lelah selama dalam perjalanan.

Sore itu, matahari tampak hampir kembali dalam peraduaannya. Sesaat setelah menghirup udara segar Fitri maupun Haston melanjutkan perjalanannya menuju Bromo. Setelah satu jama kemudian,  mereka sampai dipemukiman warga sekitar gunung Bromo. Tapi hari telah malam.Saat itu juga mereka menemukan kerumunan orang-orang membawa obor di desa Wonokerto.Haston berhenti.Ia menunggu kedatangan Fitri. Selang kemudian, Fitri datang membelakanginya.Mereka berdua saling melempar senyum dan mengikuti warga melakukan adat istiadat mereka.Tepat malamini, masyarakat tengger mengadakanupacara Yadnya Kasodo.Upacara diadakan tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar 14 atau 15 dibulan Kasodo (kesepuluh) berdasarkan penanggalan Jawa.Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling popular sebagai obyek wisata Jawa Timur.Bromo memiliki ketinggian 2.392 meter diatas permukaan laut dan berada dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.Bentuk tubuh gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas 10 kilometer persegi.Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah kurang lebih 800meter (utara-selatan) dan kurang lebih 600 meter (timur-barat). Daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.Masyarakat sekitar menganggap Bromo sebagai gunung suci.

Haston dan Fitri menikmati pertujukan di pendopo mengenai kisah tentang gunung Bromo. Setelah acaranya selesai, mereka berdua mengikuti para warga dan pendeta hindu untuk melakukan upacara di Pura didekat gunung Bromo. Haston dan Fitri tampak sangat bahagia bisa melihat semua yang ada ditempat itu.Mereka menikmati keindahan malam itu hingga dini hari. Setelah itu pasangan kekasih tersebut melanjutkan perjalanan menuju penanjakan di gunung Bromo, untuk melihat matahari terbit dari sana. Malam yang sangat dingin tak membuat mereka menyerah.Mereka berdua berusaha menggapai atas penanjakan.Akhirnya takdir membuat mereka berdua sampai disana.Sudah banyak orang berkumpul di penajakan itu hanya ingin melihat matahari terbit.Beberapa sesaat kemudian, matahari terbit (Sunrise) tersebut tampak muncul diatas gunug Bromo tersebut.Haston dan Fitri terkesiap menikmati dan terus memandangi matahari terbit itu diatara kerumunan orang.Haston segera menghadapkan tubuh Fitri ke hadapannya.Tangan mereka menyatu.Senyuman mereka mengembang jadi satu.Haston mengeluarkan cincin dan memakaikan dijari manisnya Fitri.
“Sudikah kamu menikah denganku, Fitri..”
Fitri terharu dan memeluk Haston penuh cinta.

"SEKIAN"

PUISI JATUH CINTA DAN ASMARA



KIDUNG  RINDU

Bias wajahmu merona menghias dinding hati
Ungkap rasa ini menyelimuti kidung rindu
Rindu yang menyelinap sepi memanggut hati
Cendayan dirimu merasuk dalam mimpiku

Genting kalbuku seolah membisu
Hanya namamu terukir dan tersebut
Kidung rindu selalu kusenandungkan di setiap rasaku
Memelukmu dalam anganku selalu jadi pelitaku

Kau tak akan pernah temaram dalam gundah sanubari
Rinduku selalu terselam dalam sunyi
Kamu akan selalu kunanti
Aku mencintaimu hingga detik ini

Surabaya, 22 Januari 2017
Karya : Imam Aris Sugianto
IG      : @imamariss_

PUISI SEDANG JATUH CINTA



AKU, HUJAN, PELANGI dan KAMU


Menari lah bersama hujan
Pelangi akan menemanimu setelah itu
Aku akan mendekapmu dengan rasa rindu
Kamu tak perlu risau jika aku tak didekatmu
Rintik-rintik hujan akan bisa menenangkanmu
Pelangi akan mengindahkanmu walau tanpaku

Aku baik-baik saja disini
Cintamu sudah menyelimutiku penuh kehangatan
Sampaikan saja sajak-sajak indah melalui angin berhembus
Terbarkan seluruh rasa yang membuncah dalam hatimu
Pelangi akan meluapkannya masuk dalam sanubariku

Bila tak ada esuk aku datang padamu
Ikhlaskan aku dalam dekapan senja
Aku, Hujan, Pelangi dan Kamu
Biarlah jadi saksi cinta kita karena datangnya orang ketiga

Bojonegoro, 12 Januari 2017
Karya       :  Imam Aris Sugianto
IG             :  @imamariss_

Puisi Cinta dan Jatuh Cinta



CINTA MENDEKAP  SENJA


Masih terlalu pagi untuk berkata-kata indah
Kita tak harus bersimponi meluapkan rasa gelisah
Semua hanya fana menembus bayangan
Secelup cinta yang tak berperasaan melayang-layang

Remuk rasa tak kabar cerita
Memetik kisah tanpa peduli hati yang mencinta
Perambah cinta meluapkan rasa cinta tanpa malu berkaca
Dikau ibarat jendela yang tak bisa dibuka tapi memaksa

Aku bukan pendamba cinta
Aku hanya seorang punjangga biasa
Mengais hidup dengan pena
Membiarkan cerita bersandiwara

Aku tak mungkin lagi berkelana
Hidupku terlalu tua menjelajahi dunia
Dulu aku begitu hebat
Sekarang aku tak sanggup mendamba

Dendangan merdu mengalunkan atas nama cinta
Kau pendusta, bukan aku tapi kau….
Menyimpan cinta diam-diam dalam dekapan senja
Tak akan pernah meluapkan cinta mendekap senja

Hatiku bimbang karena pelangimu sulit kupandang
Kamu selalu menepi sepi dalam renungan panjang
Berbicara tentang aku dan kamu seolah bersatu
Aku suka tentang kita yang tak bisa bicara cinta

10 Januari 2017
Karya : Aris Sugianto
IG      : @imamariss_

Puisi Corona Virus

JENGGALA BAGI CORONA VIRUS Dunia menjadi jenggala bagi virus corona yang merajalela Sedetikpun, ia tak akan berhenti bergerilya meracun...